- Budayawan
- ยท
- 18 September 2026
- ยท
- 2 kali dibaca
Mbah Karimoen (Karimun)
Lahir dari Keluarga Seniman Topeng
Karimoen, akrab disapa Mbah Mun, lahir pada 9 Juni 1919 di Dusun Kedungmonggo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Ia putra dari Kiman, pembuat topeng sekaligus penari dan dalang wayang topeng, yang mengajarinya menabuh kendang serta mendalang sejak kecil.
Meneruskan dan Membesarkan Padepokan Asmorobangun
Sepeninggal ayahnya, Karimoen meneruskan kepemimpinan kelompok Tari Topeng Asmorobangun di Kedungmonggo, padepokan yang jejaknya sudah ada sejak sekitar 1900. Ia menguasai menari, mengukir topeng, dan mendalang, terutama tarian bergaya gagah seperti Beskalan Lanang dan Klono. Ia juga mengajar sebagai dosen di Jurusan Tari IKIP Surabaya.
Pengakuan sebagai Maestro Nasional
Pada 2007, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menetapkan Karimoen sebagai satu dari 27 maestro seni tradisi Indonesia, lengkap dengan tunjangan seni dari pemerintah.
Akhir Hayat dan Warisan
Mbah Karimoen wafat pada 14 Februari 2010 dalam usia 91 tahun, dimakamkan di Punden Sumberkurung, Dusun Kedungmonggo. Kepemimpinan Padepokan Asmorobangun dilanjutkan generasi penerus, Suroso dan Tri Handoyo.