- Tokoh Politik
- ยท
- 18 September 2026
- ยท
- 2 kali dibaca
KH Masjkur
Latar Belakang
KH Masjkur lahir di Pagentan, Singosari, Kabupaten Malang, dari pasangan KH Maksum dan Ny Maemunah. Catatan mengenai tanggal lahirnya tidak seragam: Wikipedia Bahasa Indonesia mencantumkan 30 Desember 1904, sementara sejumlah sumber media menyebut 1902 atau 1917 โ tanggal pastinya tidak dapat dipastikan.
Pendidikan
Masjkur berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren: Bungkuk Malang, Kyai Kholil Bangkalan, Siwalan Panci Sidoarjo, Tebuireng Jombang, Ngamplang Garut, hingga Madrasah Mamba'ul Ulum di Pesantren Jamsaren, Solo. Sekembalinya ke Singosari, pada 1923 (usia 21 tahun) ia mendirikan Pondok Pesantren Misbahul Wathan ("Pelita Tanah Air").
Perjuangan Kemerdekaan
Pada 1926 Masjkur memimpin cabang NU Malang, lalu pada 1938 menjadi anggota Pengurus Besar NU. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Pembela Tanah Air (PETA) semasa pendudukan Jepang, dan memimpin Laskar Hizbullah-Sabilillah yang berperan penting dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, termasuk peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato. Ia juga tercatat sebagai anggota BPUPKI dan PPKI.
Karier Pemerintahan dan Penghargaan
KH Masjkur menjabat Menteri Agama RI dalam dua periode berbeda: 1947โ1950 dan 1953โ1955. Ia juga menjabat Ketua Umum PBNU (1950โ1956), dan salah satu pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 1973. Ia wafat di Jakarta pada 19 Desember 1994 dan dimakamkan di Singosari, Kabupaten Malang. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden pada 8 November 2019.
Foto KH Masjkur โ Wikimedia Commons, Kementerian Penerangan RI (1953), domain publik.