Geografi dan Batas Wilayah

Donomulyo merupakan kecamatan paling barat daya di jajaran pesisir selatan Kabupaten Malang, berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di selatan dan Kabupaten Blitar (Kecamatan Wates) di sisi barat. Luas wilayahnya tergolong besar, sekitar 192,60 kilometer persegi, menjadikannya salah satu kecamatan terluas di Kabupaten Malang. Di sebelah utara, Donomulyo berbatasan dengan Kecamatan Kalipare dan Pagak, sementara di timur berbatasan dengan Kecamatan Pagak dan Bantur. Wilayahnya berupa perbukitan kapur dengan bagian utara yang lebih padat penduduk dan bagian selatan yang didominasi hutan jati. Kecamatan ini terdiri dari 10 desa, dengan Desa Donomulyo sebagai pusat pemerintahan.

Pemerintahan

Kecamatan Donomulyo membawahi 10 desa. Pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi berada di Desa Donomulyo di wilayah utara kecamatan, sementara desa-desa di bagian selatan dekat pantai relatif lebih jarang penduduk dan didominasi kawasan hutan produksi jati.

Potensi Ekonomi

Di wilayah utara, ekonomi Donomulyo ditopang oleh perkebunan tebu yang cukup luas. Sementara itu, wilayah selatan yang lebih dekat pantai dimanfaatkan sebagai kawasan hutan produksi jati yang dikelola Perhutani. Sektor pariwisata pesisir juga mulai berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga sekitar pantai.

Pariwisata dan Budaya

Donomulyo dikenal luas berkat deretan pantai berpasir putihnya yang dikelilingi tebing-tebing indah, dengan Pantai Ngliyep sebagai yang paling ikonik dan telah lama menjadi destinasi wisata andalan Malang selatan β€” pantai ini juga menjadi lokasi ritual tahunan Labuhan Maulud. Selain Ngliyep, terdapat Pantai Modangan yang populer sebagai titik terbang paralayang, Pantai Kondang Iwak, serta Pantai Jonggring Saloka. Donomulyo juga memiliki situs wisata religi Katolik, Gua Maria Sendang Purwaningsih di Desa Purworejo, yang ramai dikunjungi peziarah.

Akses dan Infrastruktur

Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Jawa secara signifikan mempermudah akses menuju kawasan pantai-pantai di Donomulyo yang sebelumnya relatif terisolasi.