Desa Gubugklakah
  • Kecamatan Poncokusumo
  • Β·
  • 2 kali dibaca

Desa Gubugklakah

Profil dan Wilayah

Gubugklakah adalah desa wisata di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (kode 35.07.07.2016, kode pos 65157). Luasnya sekitar 384 hektare, berada di ketinggian 900–1.100 meter di atas permukaan laut dengan udara sejuk. Penduduknya sekitar 3.700 jiwa (3.734 jiwa pada data 2016) dalam satu dusun yang terbagi menjadi 7 RW dan 47 RT. Desa ini berbatasan dengan Desa Duwet (Tumpang) di utara, Ngadas di timur, Poncokusumo di selatan, dan Wringinanom di barat.

Cerita Asal-usul Nama

Menurut cerita lisan setempat, nama Gubugklakah berasal dari gubuk beratap bambu belah ("klakah") yang dibangun tokoh perintis di lereng Bromo. Narasi yang disusun warga mengaitkannya dengan masa Kerajaan Singasari, sedangkan versi lain menyebut seorang pengembara dari Mataram bernama Radjiman. Kedua kisah ini adalah tradisi lisan dan belum didukung sumber tertulis.

Kehidupan Ekonomi dan Sosial

Sebagian besar warga adalah petani dan buruh tani. Apel menjadi komoditas utama, diolah menjadi keripik, sari, dan sarang apel, di samping sayuran. Tersedia agrowisata petik apel, homestay, dan persewaan jip menuju Bromo.

Landmark

Desa ini menjadi pintu masuk wisata alam. Coban Pelangi (air terjun sekitar 110 meter di wanawisata yang dikelola Perhutani) tercatat secara administratif di Desa Gubugklakah menurut Perhutani dan situs desa, meski sebagian tulisan populer menyebutnya di Ngadas. Wisata lain di desa ini meliputi Coban Trisula bertingkat tiga, Coban Bidadari, serta wahana rafting dan tubing. Profil lengkap Coban Pelangi dapat dibaca di halaman Pariwisata.

Akses dan Lokasi

Gubugklakah dilalui jalur Malang–Tumpang–Poncokusumo menuju Ngadas dan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan merupakan salah satu desa terakhir sebelum kawasan taman nasional.

Foto Coban Pelangi, Desa Gubugklakah β€” Wikimedia Commons, oleh Hugo van den Bos, lisensi CC BY 2.0.

Bagikan: