Desa Pandansari
  • Kecamatan Poncokusumo
  • ยท
  • 4 kali dibaca

Desa Pandansari

Profil dan Wilayah

Pandansari terletak di kaki barat Gunung Semeru, Kecamatan Poncokusumo, dengan hawa sejuk dan lahan berbukit yang ditata terasering. Desa berkode 35.07.07.2003 ini berbatasan dengan Desa Poncokusumo di utara, Sumberejo di selatan, Ngadireso di barat, dan hutan Perhutani di timur. Luasnya sekitar 9 kmยฒ dengan penduduk sekitar 6.781 jiwa (2021) yang tersebar di tiga dusun: Krajan Pandansari, Wonosari, dan Sukosari. Perlu dibedakan dari Pandansari Lor di Kecamatan Jabung.

Cerita Asal-usul Nama

Menurut cerita tutur setempat, wilayah ini dahulu dibuka oleh Raden Sari, keturunan Majapahit yang mengembara ke lereng Semeru. Ada pula tutur bahwa kawasan ini dulu penuh telaga, disebut Telogopuro. Nama Pandansari dipercaya gabungan nama Raden Sari dan tanaman pandan yang harum. Ini cerita lisan, bukan catatan sejarah tertulis.

Kehidupan Ekonomi dan Sosial

Sebagian besar warga bertani, termasuk apel dan jeruk di dataran tinggi. Dari sektor UMKM, warga membuat perabot dapur dari kayu mahoni seperti centong dan sutil, tusuk sate dari bambu, serta anyaman atap. Bahasa sehari-hari banyak memakai Jawa dialek Tengger, dan warga mayoritas Muslim dengan tradisi bernuansa NU. Sekolah tersedia dari PAUD hingga MA.

Landmark

Penanda desa yang mudah dikenali adalah gapura bertuliskan semboyan "Tata Tentrem Karta Raharja" dan tugu Garuda yang membelah dua ruas jalan, tidak jauh dari balai desa.

Foto gapura Desa Pandansari โ€” Wikimedia Commons, oleh ShinyFiver, lisensi CC BY-SA 4.0. Foto tugu Garuda Desa Pandansari โ€” Wikimedia Commons, oleh ShinyFiver, lisensi CC BY-SA 4.0. Foto Balai Desa Pandansari โ€” Wikimedia Commons, oleh ShinyFiver, lisensi CC BY-SA 4.0.

Bagikan:

Galeri Foto

Klik foto untuk melihat ukuran penuh. Kredit foto tercantum di akhir artikel.